Pidato Hari Pertelivisian Nasional

Assalamualaikum Wr. Wb.
Yang terhormat gubernur provinsi Jawa Tengah,yang saya hormati walikota/bupati se-provinsi Jawa Tengah,dan tak lupa hadirin yang saya muliakan.Marilah kita panjatkan puji syukur kehadirat Tuhan Yang Maha Esa,berkat limpahan rahmatnya kita dapat dipertemukan di sini dalam acara Peringatan Hari Pertelevisian Nasional yang ke-51 dengan keadaan sehat walafia tanpa kurang suatu apapun.
Hadirin yang saya muliakan.Informasi merupakan suatu hal yang sangat diperlukan dan menjadi kebutuhan pokok bagi semua orang.Informasi dapat tersampaikan melalui sebuah perantara,yaitu media massa.Media massa bagaikan sebuah jalan penghubung antara informasi dengan si penerima informasi.Terdapat berbagai jenis media massa,salah satunya televisi yang bisa dikatakan media massa nomor dua saat ini setelah internet.Indonesia mengawali masa pertelevisian 51 tahun lalu tepatnya tanggal 24 Agustus 1962 melalui pendirian sebuah televisi yang diprakarsai pemerintah Indonesia waktu itu dengan nama TVRI.Kala itu TVRI merupakan satu dari dua televisi yang ada di Asia sehingga Indonesia cukup disegani.Saat ini,pertelevisian Indonesia berkembang cukup pesat serta diikuti perubahan kualitas tayangan yang cukup pesat pula.
Hadirin yang saya muliakan.Kita patut bersyukur dengan berkembangnya pertelevisian Indonesia,karena dengan ini otomatis wawasan masyarakat Indonesia akan semakin meningkat.Namun,apa yang ada dalam televisi tak 100% dapat kita terima,bahkan mungkin tak lebih dari 40%.Antara stasiun televisi satu sama lain tidaklah sama,ada yang menampilkan program yang mendidik dengan frekuensi yang lebih besar daripada program yang tidak begitu penting,ada pula yang bertolak belakang dari itu.Sama seperti sebuah filosofi,sesuatu jika digunakan dengan bijak akan memberi keuntungan untuk kita,namun sebaliknya,jika tak bijak menggunakannya maka akan memberi kerugian untuk kita.Begitupun televisi,apa yang kita dapat tergantung bagaimana kita menggunakannya.
Hadirin yang saya muliakan.Pertelevisian juga ikut andil dalam menentukan karakter bangsa terutama para generasi muda.Hal itu dikarenakan masa muda merupakan masa dimana karakter mereka baru dibangun sedikit demi sedikit.Apa yang mereka dapat pada masa itu bagaikan sebuah pondasi yang menentukan baik tidaknya masa depan mereka.Belakangan ini ada banyak program televisi yang menimbulkan pro dan kontra,semua itu tak lepas dari pendapat masing-masing pribadi.Orang yang berfikir bahwa suatu program tidak layak untuk ditonton akan langsung menyatakan kontra,sedangkan mereka yang pro biasanya adalah orang yang terlanjur tercuci otaknya oleh program tersebut.Program-program dalam televisi tak sedikit yang menayangkan budaya-budaya yang tak pantas,sebagai contoh budaya barat yang mengandung banyak unsur negatif sedangkan tak semua pemirsanya dapat menyaringnya.Hal ini dapat kita lihat setiap harinya,misalnya melalui sebuah sinetron yang seakan membuat pemirsanya diwajibkan melihat setiap episodenya sedangkan sinetron mempunyai banyak sisi negatif seperti perilaku buruk tokoh-tokohnya yang sangat riskan untuk ditiru,tayangan yang berbau pra-pornografi,dan masih banyak lagi.Hal itu sangatlah jelas merasuki pikiran para pemirsanya,walaupun tak begitu terasa dampaknya bagi orang dewasa namun sangat terasa bagi anak-anak maupun remaja. .Televisi sebagai media sosialisasi seharusnya dapat membawa pemirsanya ke arah yang lebih baik lagi,bukan semakin menyesatkan pola pikir pemirsanya.Untuk itu,perlu dibekalkan kepada para generasi muda program yang paling sesuai untuk mereka,sehingga akan tercipta pola pembentukan karakter yang lebih condong ke arah positif.
Hadirin yang saya muliakan.Saat ini televisi seakan-akan dialih fungsikan menjadi media hiburan semata,hal itu tak lepas dari banyaknya prosentase program-program yang berbau hiburan daripada program-program lain.Program-program yang kiranya lebih mendidik seakan-akan hanya sebuah ”iklan” yang berarti hanya tayangan yang dinomor duakan oleh pihak stasiun televisi.Hal itu tak lepas dari kebijakan stasiun-stasiun televisi untuk memenangkan persaingan periklanan,sehingga program-program yang mereka tayangkan diharuskan menjadi alat peningkat rating yang instan.Seolah-olah tontonan yang seharusnya kita dapatkan dirampas secara halus,sedemikian halusnya menjadikan kita malah menikmatinya.Televisi seharusnya menjadi media yang bisa membawa wawasan bangsa terbang tinggi di langit,bukan semakin menguburnya dalam-dalam di tanah.
Hadirin yang saya muliakan.Dengan semakin berkembangnya zaman ini kita harus sebijak mungkin dalam menyikapinya.Pertelevisian merupakan bagian dari perkembangan zaman,untuk itu kita juga harus sebijak mungkin menyikapinya.Misalnya dengan menanamkan sikap selektif dalam menonton program-program yang ada dalam televisi.Jangan sampai televisi yang seharusnya menjadi media informasi malah menjadi media pembodohan.Demikian pidato saya pada kesempatan kali ini,jika ada tutur kata yang kurang berkenan di hati anda saya mohon maaf.
Wassalamualaikum Wr. Wb.

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s